Sunday, April 20, 2014

Perjuangan Hidup Dari Sebilah Cangkul


Perjuangan Perempuan Kartini

Kudus - Keringat yang mengalir di medan kehidupan yang keras adalah penebus sukses meraih hidup untuk sejahtera, ungkapan itu muncul pada seorang Ibu Siti Masrikah umur 50 Th yang bertempat tinggal di Desa Undaan Kidul Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. Ibu siti mempunyai cucu yang saat ini sudah berumah tangga, sedangkan suaminya sudah meninggal.

Dengan sebilah cangkul yang di bawanya setiap hari menggambarkan sebuah kehidupan perjuangan perempuan seperti Ibu Kartini yang jatuh pada hari ini. ketika saya bertemu dengan Ibu Siti (50) menungkapkan bahwa "Pekerjaan seperti ini sudah lama saya menggeluti pekerjaan sebagai petani dengan mencangkul ladang di kebun maupun sawah, semenjak pada banjir pada tahun 1993 ibu siti setiap harinya melakukan kegiatan seperti ini " bilangnya.

Kartini
 
Sementara itu, dia mencangkul untuk ditanami tanaman palawija yang nantinya akan di konsumsi sendiri demi menyambung hidupnya. hal ini tentunya akan beratnya menempuh kehidupan yang sejahtera di era zaman yang sudah modern seperti ini, dan ibu separuh baya ini terus berjuang demi kelangsungan hidup yang begitu sangat keras. Dari informasi ini kita bisa ambil hikmahnya "kita hidup jangan mudah putus asa meskipun hidup itu penuh dengan cobaan serta keras untuk menjalaninya".